Monumen Rawagede

  • Destination: Karawang City

Sebagian dari anda mungkin pernah mendengar mengenai Holocaust, yakni pembantaian warga Eropa yang dibantai oleh tentara Nazi Jerman pada Perang Dunia 2. Peristiwa tersebut ternyata tidak hamnya terjadi di Eropa saja. Di Karawang pun, peristiwa yang seperti demikian pernah terjadi di Dusun Rawagede. Peristiwa memilukan itu terjadi pada hari Selasa, 9 Desember 1947 sekitar pukul […]

Book Now Contact Us

Sebagian dari anda mungkin pernah mendengar mengenai Holocaust, yakni pembantaian warga Eropa yang dibantai oleh tentara Nazi Jerman pada Perang Dunia 2. Peristiwa tersebut ternyata tidak hamnya terjadi di Eropa saja. Di Karawang pun, peristiwa yang seperti demikian pernah terjadi di Dusun Rawagede.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada hari Selasa, 9 Desember 1947 sekitar pukul 4 Subuh. Pasukan belanda yang dipimpin oleh mayor Alpons Wijnen mengepung Desa Rawagede. Mereka awalnya mencari seorang pejuang yang bernama Lukas Kustaryo, yang mereka anggap sebagai pemberontak.

Merasa tidak menemukan apa yang mereka cari, akhirnya pasukan Belanda menggeledah rumah warga satu persatu. Semua warga lelaki yang berusia di atas 16 tahun dikumpulkan di sebuah lapangan. Mereka diinterogasi satu persato oleh Mayor Alpons mengenai keberadaan Lukas, namun para warga yang dikumpulkan itu tidak tahu di mana Lukas berada.

Mayor Alpons pun kesal, akhirnya ia menyuruh anak buahnya menembaki para warga yang diinterogasi di lapangan itu. Para warga yang tidak sempat melarikan diri, akhirnya tewas di tangan tentara Belanda. Banyak warga yang kabur dan bersembunyi di sungai, namun persembunyian mereka diketahui tentara Belanda dan langsung ditembak mati.

Selama beberapa hari, sungai di sekitar Rawagede dipenuhi aliran darah dan jenazah-jenazah warga yang hanyut. Desa tersebut hancur setelah ditembaki mortir oleh tentara Belanda.

Berdasarkan peristiwa memilukan itu, pemerintah mendirikan monumen Rawagede yang di dalamnya terdapat diorama menceritakan suasana ketika tentara Belanda membantai warga desa. Di bagian luar monumen ada taman makam pahlawan yang merupakan makam dari warga-warga yang menjadi korban kekejaman tentara BElanda pada Desember 1947.